Melayani dengan cepat dan ikhlas Mengawasi dengan kesungguhan Membina SDM secara profesional

SELAMAT DATANG
di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan

Berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Bumi Sri Gemilang, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan merupakan instansi vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat. Kantor ini merupakan kantor transformasi dari KPBC Tipe A3 Tembilahan, dengan kegiatan utama memberikan pelayanan ekspor dan impor umum serta kawasan berikat. Komoditi kepabeanan yang utama, berasal dari hasil perkebunan berupa kelapa dan kelapa sawit. Didukung oleh sumber daya dan teknologi yang ada, kami siap melaksanakan dan mensukseskan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. DUKUNG KAMI UNTUK LEBIH BAIK!

Polling Pendapat
Kejujuran pendapat Anda tentang pelayanan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan




Peraturan Baru
Layanan Masyarakat
PENGADUAN bctembilahan@customs.go.id SMS : 081275377466; Telp (0768)325745
Petugas 1 Petugas 2

Form Pengaduan


*Demi kepentingan bersama, IP Address Anda berikut ini 54.197.95.127 akan kami simpan.
Statistik Pengunjung
Minggu ini : 631
Bulan ini : 444
Tahun ini : 63134
Online : 3
Anda pengunjung ke :
00196991

Berita & Agenda

PEMUSNAHAN HANDPHONE, PAKAIAN BEKAS DAN ROKOK

Jul
01
PEMUSNAHAN HANDPHONE, PAKAIAN BEKAS DAN ROKOK

Pada hari Selasa, 24 Juni 2014 bertempat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sungai Beringin, Tembilahan-Riau, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan telah melaksanakan acara Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara hasil dari penindakan. Acara ini dihadiri oleh Pejabat dari Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat, Pejabat dari Kantor Wilayah DJKN Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, unsur Muspida Kabupaten Indragiri Hilir, serta instansi vertikal yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu dihadiri juga oleh para Wartawan Media Massa, serta para pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Zaky Firmansyah dalam sambutannya mengatakan, bahwa kegiatan Pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara ini merupakan salah satu kontribusi KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan sebagai unit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menjaga keamanan dan ketertiban terhadap pemasukan dan pengeluaran barang ilegal dari Luar Daerah Pabean (luar negeri) maupun Kawasan Bebas, khususnya Batam.  Bea dan Cukai Tembilahan akan melakukan penindakan terhadap pemasukan dan pengeluaran barang yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dapat berdampak pada terganggunya stabilitas ekonomi, pasar dan perlindungan masyarakat. Hal ini sejalan dengan fungsi DJBC sebagai community protector dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Zaky Firmansyah juga mengatakan bahwa  selama periode Januari 2014 sampai dengan April 2014, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan telah melaksanakan 15 kali penindakan terhadap barang impor dan barang dari kawasan bebas, serta Barang Kena Cukai yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Barang impor hasil penindakan di bidang kepabeanan yang berhasil dilakukan penegahan, terdiri dari Makanan dan Minuman, Mainan anak-anak, Pakaian Bekas, Alas Kaki dan Produk Tekstil, serta barang elektronik berupa Telepon Genggam, dengan total nilai barang sekitar 3,2 Milyar Rupiah dan potensi kerugian negara secara material ditaksir 2,8 Milyar, serta kerugian immaterial terganggunya stabilitas pasar dalam negeri dan berdampak merugikan konsumen. Selanjutnya dikatakan juga bahwa khusus untuk telepon genggam yang akan dimusnahkan ini adalah produk replika atau diduga dipalsukan dari merk aslinya berdasarkan hasil identifikasi IMEI dari telepon genggam tersebut. Sedangkan barang hasil penindakan yang merupakan pelanggaran di bidang cukai yakni Minuman Mengandung Etil Alkohol Impor berupa bir berbagai merk, Barang Kena Cukai Hasil Tembakau yang tidak dilekati pita cukai, atau menggunakan pita cukai yang tidak semestinya (baik rokok yang berasal dari kawasan bebas batam maupun rokok asal pulau jawa yang tidak sesuai peruntukannya).

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada pelaku pelanggaran Undang-undang Kepabeanan dan Cukai, serta dapat meningkatkan sinergi antar instansi pemerintah dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara maupun dalam melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya asal luar negeri. Semoga ke depannya Bea dan Cukai Tembilahan dapat memberikan prestasi yang lebih baik, khususnya di bidang pengawasan.

STUDI BANDING DISDUKCAPIL

Mei
09
STUDI BANDING DISDUKCAPIL

Pada Rabu, 7 Mei 2014 KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan mendapat kunjungan dari rombongan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Adapun maksud kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Bastian Yunus selaku Sekretaris Disdukcapil adalah untuk melakukan studi banding mengenai arsip dengan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan. Bertempat di Media Center Kemuning, acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor KPPBC TMP C Tembilahan, Zaky Firmansyah. Pada saat menyampaikan kata sambutan beliau menyampaikan bahwa KPPBC TMP C Tembilahan menyambut baik dan sangat senang atas kedatangan rombongan Disdukcapil untuk studi banding mengenai arsip. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan presentasi yang dibawakan oleh Pelaksana pada KPPBC Tembilahan, Ivan David. Pada presentasi ini, Ivan David menjelaskan tentang teknik – tenik pengelolaan arsip dan inovasi - inovasi dibidang kearsipan pada KPPBC Tembilahan. Selanjutnya, dibuka acara diskusi yang dipandu oleh Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Agustinus Rahmad Subagyo. Pada sesi diskusi rombongan disdukcapil tampak sangat antusias lewat pertanyaan – pertanyaan yang diajukan mengenai presentasi arsip tersebut.

Setelah selesai dengan presentasi dan diskusi, rombongan disdukcapil melakukan tur keliling kantor Bea Cukai Tembilahan  untuk melihat langsung praktek pengelolaan arsip pada KPPBC Tembilahan didampingi langsung oleh Kepala Kantor, Zaky Firmansyah, Kasi Kepatuhan Internal, Agustinus Rahmad Subagyo, dan Pelaksana, Ivan David. Tur dimulai dari ruangan Seksi Perbendaharaan dan Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis untuk melihat pengelolaan arsip dan tempat penyimpanan arsip pada seksi tersebut. Setelah itu, dilanjutkan dengan tur ke Gedung Arsip KPPBC Tembilahan. Pada kesempatan ini, Pelaksana bea cukai Tembilahan, Ivan David mempraktekkan pengelolaan arsip dengan menggunakan Sistem Aplikasi Kearsipan BIAWAK yang dikembangkan sendiri oleh KPPBC Tembilahan. Seperti yang sudah dijelaskan pada presentasi, BIAWAK ini sendiri merupakan salah satu inovasi dibidang kearsipan pada KPPBC Tembilahan yang diangkat dari unsur muatan lokal dan merupakan singkatan dari Budaya Ingat Arsip Wujud Akuntabilitas Kantor. Pada saat melakukan praktek pengelolaan arsip dengan Sistem Aplikasi Kearsipan BIAWAK tersebut, rombongan disdukcapil menyampaikan rasa kagum terhadap pengelolaan arsip pada KPPBC Tembilahan, dimana dengan menggunakan aplikasi tersebut dokumen yang disimpan di Gudang Arsip yang berisi ribuan dokumen bisa ditemukan dalam hitungan menit.

Setelah selesai dengan praktek pengelolaan arsip dengan BIAWAK, rombongan disdukcapil berpamitan dan menyampaikan terimakasih atas sambutan dan bantuan yang diberikan KPPBC Tembilahan dalam kesempatan studi banding arsip tersebut. Kemudian acara ditutup dengan foto bersama.

CVC IT INVENTORY

Mei
01
CVC  IT INVENTORY

Dimulai pada hari Selasa tanggal 22 April 2014, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan mengadakan kegiatan Roadshow Customs Visit Customers Sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-35/BC/2013 tentang Perubahan Ketiga atas PER-57/BC/2011 Tentang Kawasan Berikat, sekaligus Asistensi penerapan IT Inventory pada Perusahaan yang menerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan yaitu PT. Inhil Sarimas Kelapa (ISK), PT. Pulau Sambu Kuala Enok (PSKE), PT. Pulau Sambu Guntung (PSG) dan PT. Riau Sakti United Plantation (RSUP).

Kegiatan ini dimulai dengan mengudang staff IT dan Exim pada masing-masing perusahaan ke Kantor Bea dan Cukai Tembilahan guna menggambarkan dan mereview sudah sejauh mana rencana penerapan IT Inventory pada sistem perusahaan masing-masing yang telah disesuaikan dengan semangat PER 35/BC/2013, diantaranya:

  • Pencatatan kegiatan KB dilakukan secara kontinu dan realtime di KB yang bersangkutan;
  • Mencatat riwayat perekaman dan penelusuran kegiatan pengguna (user);
  • Dapat diakses secara langsung dari KPPBC Pengawas dan memberikan data secara realtime;
  • Pencatatan hanya dapat dilakukan oleh orang (user) yang memiliki akses khusus (authorized access);
  • Perubahan pencatatan hanya dapat dilakukan oleh orang yang sesuai kewenangannya;
  • Dapat menggambarkan keterkaitan dengan dokumen kepabeanan  (jenis, nomor, dan tanggal dokumen).

Dengan adanya kewajiban perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat (KB) untuk menerapkan IT Inventory ini, maka mendorong perusahaan untuk merubah dan memperbaiki Sistem Pengendalian Internal (SPI) mereka guna mengawasi dan mengontrol setiap pergerakan barang yang masuk atau keluar dari Kawasan Berikat dan juga memastikan berjalannya sistem check and balanace antara setiap bagian/unit berjalan dengan baik.

Untuk membantu dan memastikan berjalannya hal tersebut Tim KPPBC yang terdiri dari Kepala Kantor Zaky Firmansyah, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT) Momon Rusmono dan Staff PKCDT Dudi Lamarsa Sinaga mengadakan Customs Visit Customers dengan kegiatan Sosilaisasi PER 35/BC/2013 tentang Perubahan Ketiga atas PER-57/BC/2011 Tentang Kawasan Berikat yang dihadiri oleh Direksi, Manajer dan karyawan perusahaan sehingga diharapkan terjadi kesamaan pemahaman tentang pentingnya IT Inventory ini bagi KPPBC dan juga bagi perusahaan sendiri.

Selain melakukan Sosialisasi, Tim KPPBC juga melakukan asistensi langsung dengan mewawancari semua bagian/unit secara terpisah di lokasi bagian/unit masing-masing dan juga melakukan pengujian terhadap penerapan Sistem Pengendalian Internal (SPI) perusahaan, sehingga dapat menggambarkan keterkaitan bagian tersebut dalam penerapan sistem IT Inventory sebagai mana yang telah diamanatkan pada PER 35/BC/2013.

Setelah dilakukannya asistensi tersebut, Tim KPPBC merasa yakin bahwa perusahaan-perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan mampu untuk menerapkan sistem IT Inventory ini sampai dengan batas waktu hingga 1 Oktober 2014, hal ini didukung oleh kesiapan dan semangat perusahaan untuk menerapkan sistem berbasis komputer pada sistem inventory perusahaan, meskipun sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan, namun dengan melihat kesiapan dokumentasi, segregasi (pemisahaan) kewenangan, SDM perusahaan, going concern (keberlanjutan) perusahaan dan dukungan yang kuat dari Top Manajemen, Tim KPPBC berpendapat penerapan IT Inventory dapat diterapkan sebelum 1 Oktober 2014.

Selain berkonsentrasi pada IT Inventory, Tim KPPBC juga memantau kesiapan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat untuk memasang kamera CCTV pada pintu masuk dan keluar Kawasan Berikat dan juga di gudang inventory perusahaan yang dapat ditayangkan secara langsung (real time) di KPPBC yang berada di Tembilahan dan memiliki kemampuan merekam minimal 7 hari sebelumnya. Hal ini menjadi penting mengingat jarak yang cukup jauh antara perusahaan dan KPPBC sehingga dengan adanya fasilitas ini dapat memudahkan pengawasan dam monitoring perusahaan KB di lingkungan KPPBC.

Dengan semangat yang di bawa oleh PER 35/BC/2013 ini, maka diharapkan akan menjadi momentum bagi KPPBC dan perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat untuk berubah ke arah yang lebih baik dengan dimulainya pemanfaatan tekhnologi berbasis komputer dalam sistem perusahaan dan pemanfaatan internet sebagai media penghubung dalam pelayanan dan pengawasan, sehingga terjadi keselarasan yang dapat mengurangi kendala-kendala yang terjadi di lapangan. (Seksi KIP)

TEGAH BERAS & GULA ILEGAL

Apr
30
TEGAH BERAS & GULA ILEGAL

Pada hari Kamis tanggal 22 April 2014, Tim Patroli Laut Bea dan Cukai Tembilahan yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin di wilayah perairan Sungai Guntung, Kateman, Indragiri Hilir  berhasil menggagalkan upaya pemasukan barang larangan/pembatasan eks impor yang patut diduga berasal dari pelanggaran Kepabeanan di bidang Impor atas barang berupa beras dan gula putih yang diangkut oleh kapal KM. Bintang Harapan. Menindaklanjuti informasi dari unit Subseksi Intelijen, Tim Patroli BC 10009 memfokuskan pengawasan di wilayah perairan Kateman (Sungai Guntung – Pulau Burung) yang merupakan salah satu titik rawan jalur pengangkutan barang yang masuk ke wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya. Awalnya pada tanggal 22 April 2014 sekitar pukul 05.15 WIB dini hari, tim patroli mencurigai olah gerak sebuah kapal kayu yang sarat muatan melintas di tepi muara menuju Sungai Guntung. Melihat  hal tersebut Tim Patroli BC 10009 yang dikomandani oleh Rahadian S. Whisnu W. bergerak menuju kapal tersebut, melakukan penghentian kemudian pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan di lokasi kedapatan barang berupa 1100 karung barang campuran berupa beras dan gula putih muatan KM. Bintang Harapan. Diduga barang tersebut merupakan barang asal Luar Daerah Pabean yang diselundupkan melalui daerah perairan Kepulauan Riau kemudian dimuat secara transhipment ke KM. Bintang Harapan dengan tujuan Sungai Guntung, Indragiri Hilir, Riau. Selanjutnya kapal, ABK kapal dan muatannya dibawa menuju KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Jumlah barang yang dimuat pada KM. Bintang Harapan sebanyak 1000 karung @ 25 kg beras merk “Super SC” dan 100 karung @ 50 kg gula putih merk “SASM 7 Stars” (made in Pakistan). Perkiraan nilai barang sebesar ± Rp. 325 juta dengan potensi penerimaan negara yang hilang sebesar ± Rp.20.200.000,-. Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Zaky Firmansyah melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad S. yang didampingi oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan M. Arfah menjelaskan bahwa selain menjatuhkan stabilitas pasar kebutuhan pokok dalam negeri, pemasukan secara ilegal beras dan gula tersebut juga dapat mempengaruhi industri bahan pangan serta secara tidak langsung merugikan para petani dalam negeri.

Peraturan yang dilanggar adalah Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 19/M-DAG/PER/3/2014 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras, Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 334/MPP/KEP/5/2004 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 61/MPP/KEP/2/2004 tentang Perdagangan Gula Antar Pulau serta Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

BC & BNN TANGKAP SHABU

Apr
23
BC & BNN TANGKAP  SHABU

Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan methamphetamine sebanyak 3,938 kg dan 2 butir ecstasy dengan estimasi nilai barang Rp. 6 milar. Demikian diungkapkan Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC) DJBC, Susiwijono. Saat konferensi pers yang berlangsung tanggal 22 April 2014, dihadapan puluhan wartawan Direktur PPKC menjelaskan bahwa hasil tersebut didapat dari dua kali penggagalan upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (sabu-sabu) dan ekstasi di Pelabuhan Feri Tanjung Balai Karimun, yaitu pada 6 dan 13 April 2014. Dalam kasus pertama pelaku ditangkap saat sedang melakukan transaksi di Tembilahan. Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan tiga orang tersangka WNI, masing-masing berinisial HE (44), SP (32) dan DY (32) dengan barang bukti. Dimana tersangka kedapatan membawa 100 gram lebih narkotika golongan I jenis methamphetamine dan 2 butir ecstasy. Sedangkan pada kasus ke dua, pada tanggal 13 April 2014 dengan modus yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan membawa narkotika tersebut dalam tas punggungnya, setelah terlebih dahulu dibungkus dalam kemasan minuman coklat instan. Dari kasus ini, petugas berhasil mengamankan empat orang tersangka, masing-masing berinisial SD (26), warga negara Malaysia, serta NS (52), WP (27) dan BN (26), ketiganya adalah WNI dengan barang bukti. Tersangka mencoba menyelundupakan 3,8 kg lebih narkotika I jenis methamphetamine. 

 

    Sementara itu Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Muhammad Sigit mengatakan penggagalan upaya penyelundupan tersebut merupakan hasil kerja sama antara tim dari Subdirektorat Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Kepulauan Riau, Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Balai Karimun, dan KPPBC Tembilahan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ditambahkan Muhammad Sigit, kedua kasus tersebut dilakukan oleh dua jaringan sindikat narkoba yang berbeda, tetapi memakai jalur atau rute serupa, yaitu Malaysia – Tanjung Balai Karimun – Pekanbaru. Selanjutnya, untuk pengembangan lebih lanjut, ketujuh tersangka dan barang bukti diserahkan secara resmi kepada BNN. Perbuatan pelaku tersebut melanggar pasal 113 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar. Dalam kedua kasus tersebut, barang bukti beratnya melebihi 5 gram, sehingga pelaku diancam dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama  20   tahun dan pidana denda maksimum Rp 10 miliar ditambah 1/3. Upaya penggalan ini merupakan bentuk fungsi DJBC sebagai community protector untuk melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.