Melayani dengan cepat dan ikhlas Mengawasi dengan kesungguhan Membina SDM secara profesional

SELAMAT DATANG
di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan

Berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Bumi Sri Gemilang, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan merupakan instansi vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat. Kantor ini merupakan kantor transformasi dari KPBC Tipe A3 Tembilahan, dengan kegiatan utama memberikan pelayanan ekspor dan impor umum serta kawasan berikat. Komoditi kepabeanan yang utama, berasal dari hasil perkebunan berupa kelapa dan kelapa sawit. Didukung oleh sumber daya dan teknologi yang ada, kami siap melaksanakan dan mensukseskan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. DUKUNG KAMI UNTUK LEBIH BAIK!

Polling Pendapat
Kejujuran pendapat Anda tentang pelayanan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan




Peraturan Baru
Layanan Masyarakat
PENGADUAN bctembilahan@customs.go.id SMS : 081275377466; Telp (0768)325745
Petugas 1 Petugas 2

Form Pengaduan


*Demi kepentingan bersama, IP Address Anda berikut ini 107.22.7.35 akan kami simpan.
Statistik Pengunjung
Minggu ini : 420
Bulan ini : 1385
Tahun ini : 54808
Online : 2
Anda pengunjung ke :
00287308

Berita & Agenda

PERPANJANGAN IZIN KB PT ISK

Apr
21
PERPANJANGAN IZIN KB PT ISK

Pada hari ini Selasa tanggal empat belas bulan April tahun dua ribu lima belas bertempat di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan, dalam rangka menindaklanjuti permohonan perpanjangan Izin Kawasan Berikat PT Inhil Sarimas Kelapa (PT ISK) sesuai surat nomor 024/ISK-PB/III/2015 tanggal 27 Maret 2015 hal Permohonan Perpanjangan Izin Kawasan Berikat, maka berdasarkan Pasal 16 ayat (3a) Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor 57/BC/2014 tentang Kawasan Berikat sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor 35/BC/2013, para pejabat di kawan berikat khususnya PT ISK melaksanakan pemaparan profil kegiatan produksi, IT inventory dan Sistem Pengendalian Internal (SPI).

Adapun nama-nama yang melaksanakan pemaparan yaitu Hizkia Cavendi selaku Direktur PT Inhil Sarimas Kelapa, Setiawan Heru Cahyono selaku Assistant General Manager, Pardo frans selaku Kepala Bagian IT dan disaksikan oleh pejabat dari KPPBC TMP C Tembilahan

Dalam pemaparan profil dijelaskan bahwa PT ISK merupakan perusahaan Kawasan Berikat yang berorientasi ekspor untuk produk-produk olahan kelapa bulat seperti minyak kepala, santan dan air kelapa, serta produk lainnya yang di peroleh dari pengolahan seluruh bagian kelapa bulat baik dari sabutnya dan cangkangnya, selanjutnya dalam pemaparan IT Inventory juga dijelaskan dan diujikan secara langsung perkembangan IT Inventory yang dimiliki oleh PT ISK sehingga KPPBC TMP C Tembilahan dapat mengakses data kepabeanan dan CCTV yang dimiliki oleh PT ISK secara on line dan real time. Dan yang terakhir terkait dengan Sistem Pengedalian Intern perusahaan juga diujikan dengan adanya flowchat pembagian tugas dan pembagian kewenangan sehingga dapat dipastikan bahwa seluruh kebijakan dan keputusan yang diambil oleh PT. ISK telah melewati proses cek and balance yang artinya antara pihak yang mengambil keputusan dan yang mengawasi keputusan tersebut adalah berbeda bagian.

 

Selanjutnya setelah semua proses pemaparan selesai, Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Bapak Gunawan Tri Wibowo memberikan arahan kepada semua pihak khususnya PT ISK yang akan melakukan permohonan perpanjangan izin Kawasan Berikat agar dapat mempertahankan hasil yang sudah dicapai bahkan dapat meningkatkan lagi baik dari segi SDM dan Tekhnologi agar perusahaan dapat lebih efisien dalam melakukan produksi dan dapat meningkatkan penjualan baik yang berorientasi Ekspor dan berorientasi dalam negeri agar dapat memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat dan negara yang kita cintai ini.

Bravo BC Tembilahan (Seksi KIP)

Hari Kartini

Apr
21
Hari Kartini

Setiap tanggal 21 April kita Bangsa Indonesia Khususnya wanita selalu merayakan Hari Kartini, dari tahun ke tahun yang kita ingat setiap hari Kartini pada umumnya di kantor instansi – instansi di negeri ini memperingati dengan cara memakai  pakaian nasional bagi pegawai perempuan dan melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan wanita sehari-hari. Hari Kartini  ada sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita. Kartini ada sebagai pahlawan, bukan dengan tindakan kekerasan, tapi tetap radikal, demi memperjuangkan kebenaran yang dipercayainya.

Beberapa dekade setelah beliau meninggal, pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Saat ini, melihat kaum perempuan berada di posisi kepemimpinan bukanlah hal yang begitu tabu lagi, meskipun adat ketimuran yang bangsa ini punya juga tidak sepenuhnya punah, terutama budaya patriarki.

Pada Hari Kartini Tahun 2015 ini Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan ikut merayakan hari Kartini dengan menempatkan semua Srikandi-srikandi-nya di frontdesk untuk melakukan semua kegiatan pelayanan Kantor, adapun itu pelayanan Pabean, Cukai dan pelayanan Administrasi lainnya.

Semoga dengan dilakukannya kegiatan ini makna hari Kartini tahun ini dan tahun mendatang bukan hanya sekedar memperingati dengan melakuan kegiatan – kegiatan tapi muncul Kartini-Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini.

P2KP PMK No.23/PMK.04/2015 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA DAN CALL CENTER BRAVO BEA CUKAI

Apr
02
P2KP PMK No.23/PMK.04/2015 TENTANG KAWASAN PABEAN DAN TEMPAT PENIMBUNAN SEMENTARA DAN CALL CENTER BRAVO BEA CUKAI

Pada hari Rabu tanggal 1 April 2015, dilaksanakan P2KP  di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan dengan tema Sosialisasi PMK No.23/PMK.04/2015 tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara dan Sosialisasi Call Center Bravo Bea Cukai.  Acara digelar di Aula Sri Gemilang KPPBC Tembilahan ini dibuka dengan sambutan oleh Kepala Kantor, Gunawan Tri Wibowo. Dalam sambutannya, Kepala Kantor menegaskan pentingnya memahami peraturan terbaru mengenai Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara, guna meningkatkan upaya dalam pelayanan kepada pengguna jasa dan pengguna jasa sendiri lebih mengetahui peraturan yang berlaku. Tak luput pula untuk kemajuan Bea Cukai ke arah yang lebih baik lagi maka dilakukan sosialisasi mengenai Call Center Bravo Bea Cukai yang kelak menjadi wadah menampung segala aspirasi masyarakat mengenai Bea Cukai. Materi dibawakan oleh Momon Rusmono selaku Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis.

    

            Dalam pemaparannya, peraturan terbaru ini didefinisikan secara terperinci sehingga pengguna jasa yang hadir mudah memahami peraturan tersebut, pengguna jasa yang hadir nampak antusias mendengarkan penjelasan mengenai Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara tersebut, hal ini terlihat dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh pengguna jasa. Setelah materi mengenai Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara ini selesai, acara dilanjutkan dengan coffe break lalu diteruskan dengan Sesi Kedua Mengenai Sosialisasi Call Center Bravo Bea Cukai yang akan disampaikan oleh  Tri Koustanto selaku Kepala Subseksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas, sosialisasi berjalan menarik dari awal materi disampaikan, tak lupa juga ditampilkan video mengenai call Center Bravo Bea Cukai. Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan penutup oleh pembawa acara.

PEMUSNAHAN BMN AWAL TAHUN 2015

Mar
27
PEMUSNAHAN BMN AWAL TAHUN 2015

Pada hari Kamis, 26 Maret 2015 bertempat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sungai Beringin, Tembilahan-Riau, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan melaksanakan acara Pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara atas hasil penindakan tahun 2014. Acara ini dihadiri oleh pejabat / perwakilan dari unsur muspida kabupaten Indragiri Hilir dan Instansi Vertikal yang berada diwilayah kabupaten Indragiri Hilir maupun diluar kabupaten Indragiri Hilir, para pegawai KPPBC TMP C Tembilahan serta para rekan rekan media massa baik media cetak maupun media elektronik.

 



 
   

 

 

 

 

 

 


Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Gunawan Tri Wibowo dalam sambutannya menuturkan, bahwa kegiatan Pemusnahan Barang Yang Menjadi Milik Negara ini merupakan salah satu kontribusi KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan sebagai unit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rangka pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran barang ilegal dari Luar Daerah Pabean (luar negeri) maupun Kawasan Bebas, Khususnya Batam. Total terdapat 649 karton, 8 tim dan 24 slop rokok khusus Kawasan Bebas berbagai macam merk, loudspeaker sebanyak 14 pcs, Produk tekstil sebanyak 3 karung, minuman kaleng sebanyak 60 case, serta sepatu, bando plastik mainan, patung robot plastik mainan dan pistol mainan sebanyak 8 karton. Total nilai barang tersebut diperkirakan mencapai 4 milyar rupiah. Akibat dari pelanggaran ketentuan perundang-undangan ini dapat menimbulkan kerugian negara berupa kehilangan potensi penerimaan sekitar 2 milyar rupiah.

Terlepas dari dampak materi yang dirugikan, pelanggaran ini juga akan menimbulkan dampak imateriil berupa terganggunya stabilitas pasar dalam negeri, dan tidak terpenuhinya perlindungan terhadap konsumen / masyarakat. Melalui Kegiatan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada para pelaku pelanggaran Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai, serta dapat meningkatkan sinergi antar instansi pemerintah dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara maupun dalam melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya asal luar negeri.Semoga kedepannya Bea dan Cukai Tembilahan dapat memberikan prestasi yang lebih baik dalam menjalankan tugas dan fungsi khususnya dibidang pengawasan dan pelayanan. (Bravo BC Tembilahan).

GEBRAKAN PENINDAKAN

Feb
18
GEBRAKAN PENINDAKAN

Pada awal bulan Februari 2015, tim Seksi Penindakan dan Penyidikan selaku unit pengawasan pada KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan berhasil melakukan penegahan sebanyak empat kali terhadap Barang Kena Cukai (BKC) berupa rokok khusus Kawasan Bebas yang dikeluarkan dari Kawasan Bebas ke tempat lain dalam daerah pabean tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. Sesuai ketentuan bahwa Barang Kena Cukai berupa hasil tembakau dengan tulisan khusus kawasan bebas hanya diperuntukkan untuk kebutuhan konsumsi penduduk di kawasan bebas dan tidak dapat dikeluarkan dari kawasan bebas.

               Penegahan yang pertama dilakukan pada hari Selasa, tanggal 03 Februari 2015. Penegahan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 berlokasi di daerah perairan Terusan Mas, Kab. Indragiri Hilir. Bermula dari informasi unit intelijen KPPBC TMP C Tembilahan yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh Tim Patroli speedboat BC10009, sempat terjadi pengejaran oleh tim terhadap speedboat kecil yang membawa rokok ilegal tersebut, kemudian speedboat yang membawa rokok ilegal tersebut melarikan diri menuju perairan rawa yang dangkal sehingga menyebabkan speedboat patroli tim tidak bisa masuk ke perairan tersebut. Tidak kehabisan akal, anggota tim segera mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan kapal kayu kecil untuk bisa masuk dan melakukan pengejaran ke perairan rawa yang dangkal tersebut. Terhadap pengejaran tersebut akhirnya berkat kerjasama tim yang baik, tim patroli berhasil menegah 192.000 batang rokok ilegal merek “H Mild” yang ditemukan di daratan rawa dalam kondisi sebagian besar bagian kotak sudah dalam keadaan basah yang diduga telah dibuang oleh oknum pembawa rokok tersebut.

Penegahan selanjutnya terjadi pada hari Selasa, tanggal 10 Februari 2015. Kali ini penegahan dilakukan secara berturut – turut sebanyak empat kali oleh Tim Operasi Pengawasan Peredaran BKC KPPBC Tembilahan. Penegahan pertama dilakukan sekitar pukul 00.30 dini hari di sekitar daerah Jl. Lintas Tembilahan – Rengat, Kuala Cenaku atas 296.000 batang rokok yang terdiri dari 2 merek, yaitu rokok dengan merek “Luffman Mild” dan “77 Double Seven” yang diangkut dengan mobil minibus.

Masih dalam hari yang sama, Tim Operasi Pengawasan Peredaran BKC KPPBC Tembilahan kembali mendapatkan informasi dari unit intelijen terkait upaya pemasukan rokok khusus Kawasan Bebas kedalam daerah pabean. Tim kemudian langsung terjun ke lokasi untuk menghentikan upaya pemasukan tersebut, dan akhirnya sekitar pukul 18.00 sore di sekitar daerah Jalan Lintas Timur, Pematang Reba usaha pengejaran membuahkan hasil. Tim penindakan dan penyidikan berhasil menghentikan dan menegah  sebuah mobil minibus yang penuh dengan muatan 353.000 batang rokok yang terdiri dari 3 merek rokok, yaitu atas merek “Luffman”, “Luffman Mild” dan “Sanggoro S Class”.

Tidak berhenti sampai disitu, Tim Operasi Pengawasan Peredaran BKC KPPBC Tembilahan kembali melakukan penyusuran disekitar lokasi tersebut, dan akhirnya kembali membuahkan penindakan beberapa jam kemudian yaitu atas dua unit mobil yang mengangkut rokok ilegal asal Kawasan Bebas sebanyak 1.204.400 batang yang terdiri atas merek “Luffman”, “Luffman Mild”, “UP Next Revolution”, “Sanggoro S Class”, “H Mild” dan “NISO” yang ditegah di sekitar daerah Jalan Lintas Timur, Simpang 4 Air Molek.

Secara keseluruhan pada hari tanggal 03 dan 10 Februari tersebut KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan berhasil menegah sebanyak 2.045.400 batang rokok ilegal asal Kawasan Bebas. Atas penegahan tersebut KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan juga telah berhasil menyelamatkan penerimaan negara sebesar Rp. 525.640.000,- ( lima ratus dua puluh lima juta enam ratus empat puluh ribu rupiah ). Beberapa kali penegahan yang dilakukan tersebut pada satu sisi menunjukkan bahwa kegiatan pengawasan telah dilakukan dengan cukup efektif, namun disisi lain juga menunjukkan bahwa masih banyak upaya – upaya penyelundupan yang dilakukan oleh oknum – oknum tertentu di wilayah pengawasan KPPBC Tembilahan. Hal ini juga menjadi perhatian dan pemacu KPPBC Tembilahan untuk terus meningkatkan kinerja terutama dibidang pengawasan sehingga dapat membendung maraknya usaha penyelundupan yang terjadi.