Melayani dengan cepat dan ikhlas Mengawasi dengan kesungguhan Membina SDM secara profesional

SELAMAT DATANG
di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan

Berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Bumi Sri Gemilang, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan merupakan instansi vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat. Kantor ini merupakan kantor transformasi dari KPBC Tipe A3 Tembilahan, dengan kegiatan utama memberikan pelayanan ekspor dan impor umum serta kawasan berikat. Komoditi kepabeanan yang utama, berasal dari hasil perkebunan berupa kelapa dan kelapa sawit. Didukung oleh sumber daya dan teknologi yang ada, kami siap melaksanakan dan mensukseskan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. DUKUNG KAMI UNTUK LEBIH BAIK!

Polling Pendapat
Kejujuran pendapat Anda tentang pelayanan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan




Peraturan Baru
Layanan Masyarakat
PENGADUAN bctembilahan@customs.go.id SMS : 081275377466; Telp (0768)325745
Petugas 1 Petugas 2

Form Pengaduan


*Demi kepentingan bersama, IP Address Anda berikut ini 54.87.134.74 akan kami simpan.
Statistik Pengunjung
Minggu ini : 504
Bulan ini : 6766
Tahun ini : 54558
Online : 3
Anda pengunjung ke :
00188415

Berita & Agenda

974 PCS BLACKBERRY ILEGAL

Agt
01
974 PCS BLACKBERRY ILEGAL

Pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2013 sekitar pukul 17.00 WIB, Petugas Bea Cukai Tembilahan kembali berhasil melakukan penegahan 974 pcs Handphone Blackberry berbagai tipe dan aksesoris asal Kawasan Bebas Batam.

Menurut keterangan Plh. Kepala Kantor Adhi Suryana yang didampingi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad Subagyo dan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan M. Arfah menerangkan bahwa Penindakan tersebut merupakan hasil operasi khusus menjelang Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan dalam rangka memperketat pemasukan arus barang dari Luar Daerah Pabean maupun Kawasan Bebas Batam mengingat permintaan barang-barang menjelang Hari Raya Idhul Fitri meningkat.

            Selanjutnya M. Arfah selaku ketua tim menjelaskan kronologis bahwa tim operasi khusus melakukan pengintaian terhadap kapal-kapal yang masuk perairan Indragiri Hilir secara terus menerus dan didapat beberapa paket yang mencurigakan yang berasal dari Kawasan Bebas Batam. Terhadap kecurigaan tersebut tim segera melakukan penindakan. Kedapatan Handphone Blackberry beberapa tipe beserta aksesorisnya yang dikemas menggunakan karton. Terhadap barang bukti segera diamankan di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan. Hasil pemeriksaan sementara bahwa hanphone illegal tersebut berasal dar Kawasan Bebas Batam tanpa dilindungi dokumen kepabeanan. Rencananya barang tersebut akan diedarkan di wilayah Sumatera. Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan Zaky Firmansyah yang juga dikonfirmasi melalui telepon menghimbau agar semua lapisan masyarakat untuk tidak mengambil kesempatan menjelang Hari Raya Idul Fitri yakni memasukkan barang larangan dan pembatasan tanpa dilindungi dokumen kepabeanan. Beliau juga menerangkan bahwa akan terus meningkatkan pengawasan dan mengembangkan informasi-informasi intelijen secara terus menerus.

Perkiraan nilai barang tersebut ditaksir sebesar 3 milyar rupiah dan akibat pelanggaran tersebut diperkirakan kerugian yang timbul adalah sebesar 900 juta rupiah dan rusaknya tata niaga perdagangan alat komunikasi yang tidak memiliki izin postel sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 29/PER/M.KOMINFO/09/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Ketentuan di bidang Kepabeanan yang dilanggar yaitu UU Nomor 10 tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Cukai, Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pasal 37 ayat 2 tentang barang yang dilarang atau dibatasi untuk dimasukkan ke kawasan bebas dari luar Daerah Pabean dan atau dikeluarkan  dari Kawasan Bebas ke luar Daerah Pabean atau ke tempat lain dalam Daerah Pabean, yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar  dtetapkan sebagai barang yang dikuasai negara, kecuali terhadap barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BUKA PUASA BERSAMA

Jul
26
BUKA PUASA BERSAMA


Bertepat pada tanggal 16 Ramadhan 1434 H atau 24 Juli 2013 M, segenap keluarga besar KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan mengadakan buka puasa bersama di halaman depan dengan suasana yang santai namun hangat. Acara ini dihadiri oleh mantan pegawai KPPBC Tembilahan yang telah menjalani masa purna bakti nya dan juga turut mengundang anak-anak yatim yang tinggal di sekitar komplek perumahan dinas bea cukai Tembilahan.

Pada pukul 17.00 acara dimulai dengan suguhan musik islami dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran.Kemudian dilanjutkan lagi dengan pemberian kata sambutan yang kali ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan M. Arfah. Dalam kata sambutannya,  mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara yang beragama lain karena telah berperan serta dan menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama pada bulan Ramadhan ini dan juga mengajak para hadirin untuk senantiasa meningkatkan rasa ukhuwah dan mempererat tali silaturahmi satu sama lain.

Pada buka bersama kali ini dilakukan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan bingkisan kepada mantan pegawai DJBC yang datang yang diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan Zaky Firmansyah. Sembari menunggu adzan maghrib dan bunyi sirine tanda berbuka, Ustad Ruhiyat menyampaikan tausiyah/ceramah pendek kepada para hadirin.

 

Di akhir tausiyahnya, Ustad Ruhiyat melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar bulan Ramadhan, dan bagi yang dapat menjawab langsung diberi bingkisan oleh panitia. Setelah itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah.Untuk Ramadhan tahun ini, panitia membagikan free ta’jil kepada masyarakat yang lewat di depan kantor Bea Cukai tembilahan.

    

Tepat setelah acara makan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan perkenalan kembali Pejabat Eselon IV yang baru, yaitu Momon Rusmono, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan Cukai dan Dukungan Teknis dan juga Andrianto, Kepala Seksi Perbendaharaan yang menggantikan pejaba-pejabat sebelumnya. 

LAGI...HP ILLEGAL DIAMANKAN

Jul
06
LAGI...HP ILLEGAL DIAMANKAN

Pada hari Jumat tanggal 12 Juli 2013, sekitar pukul 14.30 Petugas Bea dan Cukai Tembilahan berhasil mengamankan 100 unit ponsel baru merk Blackberry” dari speed boat R Jaya dari Batam tujuan Tembilahan di Dermaga Syahbandar Tembilahan.

Menurut keterangan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan Zaky Firmansyah yang didampingi oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan M. Arfah dan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad Subagyo bahwa penegahan tersebut merupakan hasil informasi intelijen terkait adanya upaya pemasukan barang larangan dan pembatasan asal kawasan bebas Batam ke wilayah Tembilahan. Selanjutnya M. Arfah menjelaskan kronologis bahwa sekitar pukul 14.30 WIB speedboat tersebut tida di Dermaga Syahbandar Tembilahan. Tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi P2 segera melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap barang–barang yang berada diatas deck maupun didalam speed boat R Jaya. Kedapatan sebuah kardus yang warna coklat yang dibalut secara rapi diletak di bawah kursi penumpang paling belakang. Setelah diperiksa dengan disaksikan Nakhoda dan ABK, kardus tersebut berisi ponsel batangan merk “blackberry”.


Atas temuan tersebut, barang bukti telah diamankan ke KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan guna proses penyelidikan lebih lanjut. Terhadap Nakhoda dan ABK speed boat R Jaya sudah dimintai keterangan untuk menemukan pemiliknya.

Ketentuan yang dilanggar adalah UU Nomor 10 tahun 1995 sebagai mana telah diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pasal 37 ayat 2 bahwa barang yang dilarang atau dibatasi untuk dimasukkan ke kawasan bebas dari luar Dareah Pabean dan atau dikeluarkan  dari Kawasan Bebas ke luar Daerah Pabean atau ke tempat lain dalam Daerah Pabean, yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar  dtetapkan sebagai barang yang dikuasai negara, kecuali terhadap barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, perkiraan nilai barang tersebut adalah sebesar Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).

PENEGAHAN GULA & BERAS

Jul
02
PENEGAHAN GULA & BERAS

Pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2013, Tim Patroli BC 10009 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai  Tipe Madya Pabean C Tembilahan berhasil menegah KM. Bima Sukses asal Tanjungpinang yang transit di Batam dengan tujuan akhir Sungai Guntung yang bermuatan Beras, gula dan barang campuran lainnya di Perairan Tanjung Jungkir, Sungai Guntung.

Menurut keterangan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Zaky Firmansyah yang didampingi oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, M. Arfah serta Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad Subagyo bahwa penegahan tersebut berasal dari informasi mengenai adanya pemuatan beras kurang lebih sebanyak 900 bags (21 ton) dan gula kurang lebih sebanyak 599 bags (30 ton) di Batam tanpa dilengkapi dokumen. Selanjutnya Sarana pengangkut, ABK, dan barang bukti lainnya di bawa ke KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan guna proses penyelidikan lebih lanjut. 

Diperkiraan nilai barang tersebut adalah sebesar Rp. 451.280.000. Adapun ketentuan yang dilanggar adalah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 jo. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

PENINDAKAN HP ILLEGAL

Jun
21
PENINDAKAN HP ILLEGAL

Pada hari Rabu tanggal 19 Juni 2013, sekitar jam 14.00 Petugas KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan berhasil mengamankan dan menegah sekitar 76 unit ponsel baru & bekas berbagai merk dari speed boat TB Express dari Batam tujuan Tembilahan di Dermaga Syahbandar Tembilahan, selain ponsel petugas juga mengamankan 1 kardus Aksesoris ponsel berbagai merk.

Menurut keterangan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan Bapak Zaky Firmansyah yang didampingi oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bapak M. Arfah bahwa penegahan tersebut berawal dari hasil informasi intelijen terkait adanya upaya penyeludupan ponsel lewat pelabuhan Batam tujuan Tembilahan, hal ini merupakan hasil kerja keras Tim KPPBC dalam rangka meningkatkan pengawasan lalu lintas barang tanpa dokumen yang sah dari Kawasan Bebas Batam.

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bapak M. Arfah selanjutnya menjelaskan kronologis penangkapan bahwa saat dilakukan pembongkaran terhadap barang–barang yang berada diatas deck speed boat TB Express oleh ABK speed boat, Petugas Bea dan Cukai mencurigai 2 kardus yang dipack secara rapi. Selanjutnya terhadap 2 kardus tersebut dilakukan pemeriksaan dengan disaksikan oleh Nakhoda kedapatan ponsel berbagai merk dalam kondisi baru dan bekas beserta aksesoris.

Atas temuan tersebut, saat ini barang telah diamankan ke KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, guna proses penyelidikan lebih lanjut Nakhoda speed boat TB Express sudah dimintai keterangan untuk menemukan pemiliknya.

Ketentuan yang dilanggar adalah UU Nomor 10 tahun 1995 sebagai mana telah diubah dengan UU Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 2012 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan dan cukai serta tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang dari wilayah kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pasal 37 ayat 2 tentang barang yang dilarang atau dibatasi untuk dimasukkan ke kawasan bebas dari luar Dareah Pabean dan atau dikeluarkan  dari Kawasan Bebas ke luar Daerah Pabean atau ke tempat lain dalam Daerah Pabean, yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar  dtetapkan sebagai barang yang dikuasai negara, kecuali terhadap barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, nilai barang tersebut diperkirakan adalah Rp. 51.460.000 (Lima puluh satu juta empat ratus enam puluh ribu rupiah).

Pada kesempatan ini Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan juga mengimbau masyarakat yang akan meninggalkan Kawasan Bebas Batam menuju wilayah Negara Republik Indonesia untuk tidak membawa barang-barang melebihi ketentuan, yakni maksimal bernilai USD 250 atau barang-barang yang dilarang atau dibatasi tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah.