Melayani dengan cepat dan ikhlas Mengawasi dengan kesungguhan Membina SDM secara profesional

SELAMAT DATANG
di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan

Berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Bumi Sri Gemilang, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan merupakan instansi vertikal di bawah Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatera Barat. Kantor ini merupakan kantor transformasi dari KPBC Tipe A3 Tembilahan, dengan kegiatan utama memberikan pelayanan ekspor dan impor umum serta kawasan berikat. Komoditi kepabeanan yang utama, berasal dari hasil perkebunan berupa kelapa dan kelapa sawit. Didukung oleh sumber daya dan teknologi yang ada, kami siap melaksanakan dan mensukseskan visi dan misi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. DUKUNG KAMI UNTUK LEBIH BAIK!

Polling Pendapat
Kejujuran pendapat Anda tentang pelayanan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan




Peraturan Baru
Layanan Masyarakat
PENGADUAN bctembilahan@customs.go.id SMS : 081275377466; Telp (0768)325745
Petugas 1 Petugas 2

Form Pengaduan


*Demi kepentingan bersama, IP Address Anda berikut ini 54.198.93.179 akan kami simpan.
Statistik Pengunjung
Minggu ini : 1294
Bulan ini : 614
Tahun ini : 54037
Online : 2
Anda pengunjung ke :
00286537

Berita & Agenda

PERINGATAN HARI KARTINI

Apr
22
PERINGATAN HARI KARTINI

21 April merupakan sebuah catatan sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh bangsa Indonesia, terutama kaum wanita. Karena pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kartini. Bukan tanpa alasan, tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini. 21 April merupakan tanggal lahir R. A. Kartini, seorang pejuang emansipasi wanita di Indonesia. Atas perjuangan yang panjang dan tidak kenal lelah untuk memperjuangkan persamaan hak – hak wanita, akhirnya tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Raden Adjeng Kartini atau lebih tepatnya Raden Ayu Kartini adalah nama lengkapnya. Beliau lahir di Jepara pada tgl 21 April 1879. Wanita pribumi yang dinobatkan menjadi pejuang emansipasi wanita di Indonesia. salah satu wanita cerdas dan kritis yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Atas perjuangan beliau, akhirnya wanita dapat memposisikan diri mereka pada sebuah kesetaraan yang bermartabat tanpa meninggalkan kodrat wanita seperti sekarang ini.

Pegawai wanita KPPBC TMP C TembilahanUntuk itu, sesuai dengan surat edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor SE-07/BC/2014 tentang Peringatan Hari Kartini Tahun 2014, dalam rangka memperingati Hari Kartini  tanggal 21 April 2014 dan untuk meningkatkan rasa nasionalisme seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, maka pada peringatan Hari Kartini tahun ini para pegawai wanita pada  KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan memperingati Hari Kartini dengan mengenakan pakaian nasional. Selain dalam rangka memperingati Hari Kartini, hal ini juga dilakukan sebagai wujud nasionalisme para pegawai di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan. Dengan dilakukannya peringatan seperti ini, diharapkan para pegawai lebih meningkatkan rasa nasionalisme, sehingga peringatan Hari Kartini ini dapat menjadi momentum untuk memunculkan sosok-sosok Kartini masa kini di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan.

TEGAH ROKOK ILEGAL (LAGI!)

Apr
16
TEGAH ROKOK ILEGAL (LAGI!)

Pada hari Senin tanggal 14 April 2014 bertempat di Jalan Azki Aris, Rengat, Indragiri Hulu, tim operasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC) KPPBC TMP C Tembilahan pada pelaksanaan operasi peredaran BKC yang ke-III (ketiga) dalam periode tahun 2014, berhasil menggagalkan upaya peredaran BKC Hasil Tembakau berupa rokok khusus Kawasan Bebas dengan jumlah barang hasil penindakan yang cukup signifikan.

Awalnya sekitar pukul 19.15 WIB, berdasarkan informasi dari unit intelijen, tim operasi peredaran Barang Kena Cukai KPPBC TMP C Tembilahan yang dipimpin langsung oleh M. Arfah Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan melakukan pengejaran terhadap satu unit truk yang diduga membawa muatan rokok ilegal menuju Pekanbaru. Kondisi jalan yang kurang baik menjadi salah satu kendala dalam pergerakan tim. Namun hal itu tidak mengurangi semangat tim operasi dalam pengejaran, hingga pada pukul 21.00 WIB berlokasi di Jl. Azki Aris, Rengat Indragiri Hulu, tim berhasil menghentikan serta melakukan pemeriksaan terhadap truk jenis colt diesel tersebut. Dari hasil pemeriksaan di lokasi penindakan kedapatan muatan sebanyak 194 karton rokok khusus Kawasan Bebas yang diduga dibawa dari daerah Kec. Keritang menuju Pekanbaru. Kemudian truk, supir serta muatannya tersebut dibawa ke KPPBC TMP C Tembilahan untuk proses penelitian lebih lanjut

Jumlah keseluruhan rokok yang dimuat pada truk tersebut sebanyak 194 karton atau sama dengan 2.071.200 batang rokok yang terdiri dari jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) merk “Luffman”, jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merk “UP Next Revolution”, “UP Mild New Blend” dan “UP Black Fusion Mild”. Perkiraan nilai barang ± Rp. 1.394.652.800,- dengan potensi kerugian negara paling tinggi sebesar Rp. 780.800.000,-.

Peraturan yang dilanggar adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, Dan Cukai Serta Tata Laksana Pemasukan Dan Pengeluaran Barang Ke Dan Dari Serta  Berada Di Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas.

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Zaky Firmansyah melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad S. dalam siaran pers nya menghimbau agar seluruh elemen masyarakat khususnya Kabupaten Indragiri hilir dan Indragiri Hulu untuk tidak melakukan kegiatan peredaran jual beli/distribusi rokok khusus Kawasan Bebas tanpa dilekati pita cukai dikarenakan sangat berpotensi mengakibatkan kerugian Negara khususnya di sektor Cukai Hasil Tembakau.

Untuk mengantipasi dan menekan pengeluaran BKC rokok khusus Kawasan Bebas Batam ke wilayah lainnya, pihak KPPBC TMP C Tembilahan dan Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat terus melakukan sinergi dengan KPU Tipe B Batam dalam bentuk pengawasan, penindakan dan kegiatan preventif kepada pengusaha BKC, masyarakat dan media massa.

 

LAGI...ROKOK KHUSUS BATAM

Apr
09
LAGI...ROKOK KHUSUS BATAM

Pada hari Kamis tanggal 03 April 2014, di Jalan Lintas Tembilahan–Pekanbaru, Kempas Jaya, Kab. Indragiri Hilir, tim operasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC) KPPBC TMP C Tembilahan berhasil menggagalkan upaya peredaran BKC Hasil Tembakau berupa rokok khusus Kawasan Bebas sebanyak 60 karton asal Kawasan Bebas Batam. Rokok tersebut diangkut dengan menggunakan 2 unit mobil minibus. Awalnya sekitar pukul 17.30 WIB, tim operasi peredaran BKC KPPBC TMP C Tembilahan mendapat informasi dari unit intelijen atas pengangkutan rokok di Jalan Lintas Tembilahan - Pekanbaru, Indragiri Hilir, Riau yang diangkut menggunakan 2 mobil minibus yang berangkat menuju Pekanbaru yang sebelumnya diangkut melalui kapal pompong. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim operasi peredaran BKC KPPBC TMP C Tembilahan yang dipimpin langsung oleh M. Arfah Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan membentuk 2 (dua) tim kemudian melakukan monitoring dan pengejaran terhadap 2 (dua) unit minibus yang diduga membawa rokok ilegal tersebut. Terkendala jarak yang jauh dari Tembilahan mengharuskan tim operasi bergerak cepat dalam pengejaran. 

Sekitar pukul 20.30 WIB tepatnya di desa Kempas Jaya, Indragiri Hilir, tim I berhasil menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap satu unit mobil xenia yang merupakan salah satu dari target dengan hasil pemeriksaan muatan sebanyak 28 karton rokok khusus Kawasan Bebas. Tidak jauh dari lokasi penindakan pertama, pada pukul 21.20 WIB tim II berhasil menghentikan mobil minibus Innova yang sempat berusaha mengelak pada saat akan dihentikan. Hasil pemeriksaan kedapatan muatan 32 karton rokok khusus Kawasan Bebas yang diduga akan dibawa menuju Pekanbaru. Kemudian kedua mobil, supir serta muatan mobil tersebut dibawa ke KPPBC TMP C Tembilahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

   

Jumlah keseluruhan rokok yang dimuat pada mobil Xenia dan Innova tersebut sebanyak 60 karton atau sama dengan 637.200 batang rokok yang terdiri dari jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) merk “Luffman”, jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merk “UP Next Revolution”, “SANGGORO X CLASS” dan “M MILD”. Perkiraan nilai barang sebesar ± Rp. 233.818.000,- dengan potensi kerugian negara  dan sanksi administrasi sebesar ± Rp. 131.614.000,-.

Peraturan yang dilanggar adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, Dan Cukai Serta Tata Laksana Pemasukan Dan Pengeluaran Barang Ke Dan Dari Serta  Berada Di Kawasan Yang Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas.

    

Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Zaky Firmansyah melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad S. dalam siaran pressnya mengingatkan bahwa salah satu tugas kami melakukan pengawasan dan penindakan terhadap BKC yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil analisa kami, setelah pengawasan yang terpadu di wilayah Indragiri Hilir bagian Utara dan membuahkan beberapa kali penindakan BKC serupa, kini pergerakan pengeluran BKC khusus Kawasan Bebas Batam mulai beralih ke tujuan wilayah Indragiri Hilir bagian Selatan melalui sisi timur perairan pengawasan KPPBC TMP C Tembilahan, yang nota bene cukup jauh dijangkau dari kantor. Untuk itu, Bea dan Cukai Tembilahan harus mengantisipasi setiap modus pemasukan dan peredaran BKC rokok khusus kawasan bebas di wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya. Peningkatan peredaran BKC rokok khusus kawasan bebas yang sejatinya hanya boleh diedarkan di wilayah kawasan bebas batam dikarenakan rokok tersebut memiliki cita rasa yang cukup digemari dan pastinya menjanjikan keuntungan secara ekonomis yang cukup signifikan.


Untuk mengantipasi dan menekan pengeluaran BKC rokok khusus Kawasan Bebas Batam ke wilayah lainnya, pihak KPPBC TMP C Tembilahan dan Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat terus melakukan sinergi dengan KPU Tipe B Batam dalam bentuk pengawasan, penindakan dan kegiatan preventif kepada pengusaha BKC, masyarakat dan media massa.

STUDI BANDING BC DUMAI

Apr
04
STUDI BANDING BC DUMAI

Rabu, 2 April 2014 KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan mendapat kunjungan dari rombongan KPPBC Tipe Madya Pabean B Dumai. Sebanyak 5 orang pejabat dari KPPBC Dumai datang dengan tujuan melakukan studi banding dalam rangka persiapan mengikuti kantor percontohan pada tahun 2015. Dipimpin oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPPBC Dumai, Eka Purnama, rombongan disambut oleh pejabat struktural di KPPBC Tembilahan. 

 

   

Bertempat di Media Center Kemuning, acara kemudian dilanjutkan dengan sharing dan diskusi mengenai langkah-langkah serta inovasi-inovasi yang telah dilakukan pada BC Tembilahan. Kepala Kantor Bea Cukai Tembilahan, Zaky Firmansyah, memberikan presentasi singkat seperti redesain gedung kantor, inovasi yang ada seperti Customs Tembilahan Integrated Application (CTIA), Tembilahan Remote Utility SysTem (TRUST), Kelapa X-press, Gugus Kendali Mutu dan ISO 9001:2008. Presentasi lalu dilanjutkan oleh pelaksana BC Tembilahan, Ivan David, yang menjelaskan mengenai Budaya Ingat Arsip Wujud Akuntabilitas Kantor atau biasa disebut BIAWAK, juga merupakan salah satu inovasi di KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan di bidang pengarsipan.

13   

Setelah presentasi dan diskusi terkait inovasi dan lainnya, rombongan KPPBC Dumai didampingi oleh Kasubbag Umum BC Tembilahan, Adhi Suryana dan Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Agustinus Rahmad Subagyo, melakukan tur keliling kantor Bea Cukai Tembilahan. Interior dan eksterior kantor menjadi yang diutamakan terlebih dahulu. Dimulai dari pintu masuk ke dalam gedung lalu berlanjut ke loket pra-pelayanan. Rombongan juga sempat bebincang-bincang dengan pengguna jasa yang sedang menunggu dokumen yang telah diajukannya. Lalu rombongan berkunjung ke ruang server dan berlanjut ke loket pelayanan pabean cukai dan perbendaharaan. Rombongan lalu menuju gedung arsip untuk mempelajari cara kerja sistem kearsipan KPPBC TMP C Tembilahan. 

Di akhir acara studi banding, Kepala KPPBC Tembilahan, Zaky Firmansyah berpesan kepada tim rombongan KPPBC Dumai bahwa dalam studi banding ini adalah merupakan kegiatan menyerap hal-hal positif atau inovasi yang dapat diterapkan di Dumai, bukan merupakan kegiatan membandingkan satu sama lainnya. 

Dalam membangun sebuah kantor percontohan, jangan pernah berpikir hanya membuat sebuah kulit atau bermake-up semata, akan tetapi jadikanlah sebagai momentum untuk mereview kembali dan berpikir inovatif di setiap langkah dalam melakukan pelayanan, pengawasan dan administrasi. Dengan kunjungan ini semoga KPPBC Dumai bisa mewakili Kanwil DJBC Riau dan Sumbar menjadi kantor pelayanan percontohan selanjutnya.

Sharing Is Caring, Semoga Sukses Bea Cukai Dumai, Bravo Bea Cukai Tembilahan! 

PENINDAKAN PAKAIAN BEKAS

Feb
19
PENINDAKAN PAKAIAN BEKAS

Pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2014, Tim Patroli Laut Bea dan Cukai Tembilahan yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin di wilayah perairan Tg. Datuk dan Tg. Bakong yang merupakan titik rawan pengawasan laut KPPBC TMP C Tembilahan berhasil melakukan penindakan terhadap KM. Putra Perantauan dan KM. Arifin Jaya yang bermuatan barang larangan berupa pakaian bekas di Perairan Tg. Bakong, Indragiri Hilir. Awalnya sekitar pukul 17.00 WIB, tim patroli mencurigai olah gerak sebuah kapal kayu yang melintas di luar garis pantai di perairan Tg. Bakong dengan muatan penuh serta kepulan asap hitam tebal sehingga tim patroli bergerak menuju kapal yang bertuliskan KM. Putra Perantauan tersebut. Namun tim patroli sempat mendapat kesulitan untuk mendekatinya dikarenakan ombak yang cukup tinggi serta KM. Putra Perantauan yang tegas memutar balik haluan berusaha untuk melarikan diri dan tidak menghiraukan sirine kapal patroli yang menginstruksikannya untuk berhenti. Akhirnya pada pukul 17.30 WIB, tim patroli BC 10009 yang dikomandani oleh Rahadian S. Whisnu W. berhasil menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal KM. Putra Perantauan dengan hasil pemeriksaan kedapatan jumlah awak sarana pengangkut sebanyak 5 orang, muatan ± 600 karung pakaian bekas yang tidak dilindungi dokumen kepabeanan. Tidak lama berselang, terlihat kapal yang ciri fisik dan bentuk muatannya sama dengan kapal yang telah diperiksa. Kemudian tim melakukan pengejaran terhadap kapal tersebut.

Pada pukul 19.00 WIB dilakukan pemeriksaan terhadap KM. Arifin Jaya di Perairan Tg. Bakong. Hasil pemeriksaan kedapatan jumlah awak sarana pengangkut sebanyak 5 orang, muatan ± 600 karung pakaian bekas yang tidak dilindungi dokumen kepabeanan. Diduga pakaian bekas tersebut merupakan barang larangan impor yang diselundupkan melalui daerah Kepulauan Riau kemudian dimuat secara over ship ke KM. Putra Perantauan dan KM. Arifin Jaya dengan tujuan Kuala Tungkal, Jambi. Kemudian kedua kapal tersebut di bawa ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan.

Jumlah pakaian bekas yang dimuat pada KM. Putra Perantauan sebanyak 630 karung, KM. Arifin Jaya sebanyak 567 karung dengan total keseluruhan 1197 karung. Perkiraan nilai barang sebesar ± Rp. 500 juta. Kepala KPPBC TMP C Tembilahan Zaky Firmansyah melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Agustinus Rahmad S. yang didampingi oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan M. Arfah menerangkan bahwa pemasukan pakaian bekas tersebut dapat mengganggu stabilitas pasar industri garmen dan tekstil dalam negeri serta berpotensi membawa virus / penyakit berbahaya dari luar negeri. Pihak Bea dan Cukai juga menghimbau agar seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pemasukan maupun distribusi pakaian bekas asal luar negeri karena akan mengakibatkan kerugian materil dan nonmateril yang berdampak negatif di bidang ekonomi dan kesehatan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Peraturan yang dilanggar adalah SK Mendagkop No. 28 Tahun 1982 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor, Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 642/MPP/Kep/9/2002 tentang Perubahan Lampiran I Keputusan Menteri Perindustrian Dan Perdagangan Nomor 230/Mpp/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya, dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.